| Pengembangan Minapolitan terkendala anggaran |
|
|
|
| Thursday, 24 March 2011 | |
Rencana pengembangan kawasan minapolitan (strategi pembangunan kelautan dan perikanan)di Pacitan terkendala anggaran. Budget lokal tak cukup, sehingga pemkab berupaya mencari sumber dana dari APBN. Kalau hanya mengandalkan dari APBD saja tidak mungkin. Tapi, pemerintah pusat antusias membantu, kata Bupati Indartato.Dikatakan, permohonan bantuan itu sudah dilakukan. Namun, Indartato tidak merinci nominal besaran dana yang diajukan. Dia hanya mengungkapkan bahwa bila anggaran dari pemerintah pusat kelak cair bakal digunakan untuk memperluas lahan reklamasi alias pemekaran wilayah Pelabuhan Tamperan. Luasnya direncanakan dua hektare di lokasi yang ditetapkan sebagai kawasan minapolitan. Dari reklamasi yang bakal diperluas itu, lanjut bupati, diharapkan mampu mengoptimalkan pengolahan ikan.Hasil tangkapan para nelayan akan diproses minimal setengah jadi, baru didistribusikan ke luar daerah. Pengemasan ikan juga bakal dijalankan di Pelabuhan Tamperan. Kalau ini sudah berjalan akan meningkatkan ekonomi warga di bidang perikanan, kata Indartato. Namun, untuk merealisasikan kawasan minapolitan itu membutuhkan waktu lama. Pembangunannya pun dijalankan secara bertahap. Itu seuai dengan besaran bantuan dana dari pemerintah pusat. Bupati menegaskan, untuk memujudkan konsep minapolitan itu setidaknya diperlukan waktu lima tahun. Tidak semudah membalik telapak tangan, tutur bupati. Dia menambahkan, pengembangan perikanan lain juga dilakukan dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Misalnya, teknis penangkapan ikan dan pendistribusian. Namun, pembinaan itu tak bisa mengalahkan kondisi alam yang terjadi, misalnya anomali cuaca seperti yang terjadi saat ini. Ikan itu hidupnya bergerombol dan selalu bermigrasi, tidak berada di satu tempat, tegasnya. *sumber : Radar Madiun http://www.radarmadiun.co.id/main.php?act=detail&catid=26&id=8537 |














Rencana pengembangan kawasan minapolitan (strategi pembangunan kelautan dan perikanan)di Pacitan terkendala anggaran. Budget lokal tak cukup, sehingga pemkab berupaya mencari sumber dana dari APBN. Kalau hanya mengandalkan dari APBD saja tidak mungkin. Tapi, pemerintah pusat antusias membantu, kata Bupati Indartato.